- White candlestick: Sinyal pergerakan uptrend (semakin panjaung bagian body, semakin signifikan kenaikan harga).
- Black candlestick: Sinyal gerakan downtrend (semakin panjang bagian body, penurunan harga semakin signifikan).
- Long lower shadow: Sinyal Bullish (sumbu bawah minimal sama besar dengan ukuran body; makin panjang sumbunya, sinyal tersebut lebih dapat percaya).
- Long upper shadow: Sinyal Bearish (sumbu atas minimal sama besar dengan ukuran body; makin panjang sumbunya, sinyal tersebut lebih dapat percaya).
- Hammer: Pola bullish saat downtrend (sumbu bawah yang panjang dengan ukuran body kecil atau tanpa body); Shaven head – pola bullish saat downtrend & pola bearish saat uptrend (Tidak ada sumbu atas); Hanging man – pola bearish pattern saat uptrend (sumbu bawah yang panjang , ukuran body yang kecil atau sama sekali tidak memiliki; panjang sumbu bisa berkali lipat ukuran body.
- Inverted hammer: Sinyal bottom reversal, diperlukan konfirmasi dari perdagangan berikutnya (baik itu body warna hitam atau putih); Shaven bottom – sinyal bottom reversal, diperlukan konfirmasi dari perdagangan berikutnya (tidak terdapat sumbu bawah); Shooting star – pola bearish pattern saat uptrend (body yang kecil , sumbu atas yang panjang, sumbu bawah kecil atau tidak ada sama sekali).
- Spinning top white: Pola netral, perlu melihat candlestick lainnya untuk analisa lebih lanjut.
- Spinning top black: Pola netral, perlu melihat candlestick lainnya untuk analisa lebih lanjut.
- Doji: Pola netral, perlu melihat candlestick lainnya untuk analisa lebih lanjut.
- Long legged doji: Signals a top reversal.
- Dragonfly doji: Signals trend reversal (tidak ada sumbu atas, sumbu bawah panjang).
- Gravestone doji: Signals trend reversal (sumbu atas yang panjang, tidak ada sumbu bawah).
- Marubozu white: Perdagangan didominasi bullish, trend bullish (tidak terdapat sumbu).
- Marubozu black: Perdagangan didominasi bearish, trend bearish (tidak terdapat sumbu).
Bacaan Terkait:
source: wikipedia

No comments:
Post a Comment