Sunday, 10 October 2010

Kiat-kiat memilih sebuah franchise

Jika Anda ingin memiliki sebuah bisnis dan menjadi boss dan berpendapat, dengan melalui franchise ini semua dapat diraih. Tapi mungkin Anda bingung, franchise mana yang akan Anda pilih. Berikut beberapa kriteria yang dapat membantu Anda untuk menentukan.

1. Jenis Product
Jenis industri apa yang Anda sukai? Adalah pilihan yang tepat bila Anda menjalankan sebuah franchise dimana Anda memiliki pengetahuan mengenai produk yang dijual. Jangan Anda menjalankan suatu bisnis yang tidak Anda sukai dan terjerat didalamnya sembari membayar franchise fee terus menerus. Wow.. pasti menyebalkan.

2. Modal Anda
Modal adalah hal yang penting. Jika Anda hanya punya 10 juta, jangan beli franchise 50 juta, walaupun Anda sangat menyukai produknya. Karena biaya-biaya lain saat menjalankan franchise akan melilit Anda dan bisnis Anda mati sebelum bertumbuh.

3. Total biaya
Franchise fee bukan satu-satunya pengeluaran Anda. Masih perlu Anda pertimbangkan hal lainya seperti, biaya advertising, training, inventory, asuransi dan biaya-biaya lainnya. Jadi hitunglah dengan cermat.

4. Latar belakang franchise
Anda perlu pelajari keberadaan perusahaan franchise tersebut, seperti:
  • Keberadaan perusahan, apakah manajemennya bersih? pernah mengalami kebangkrutan?
  • Sudah berapa lama berdiri?
  • Berapa banyak franchise yang telah dibuka?
  • Dimana saja mereka beroperasi?

5. Track record dari franchise
Apakah peserta franchise ini ada yang berhasil? Anda dapat menghubungi mereka terlebih dahulu untuk menanyakan pengalaman mereka.

6. Training dan support
Anda perlu mengetahui training apa saja yang diberikan. Support apa saja yang disediakan oleh franchise tersebut. Petunjuk manual apa saja yang Anda dapatkan. Hal-hal seperti ini juga harus Anda teliti.

7. Jarak dengan saingan
Ini perlu dipertimbangkan, bagaimana penyedia franchise mengatur lingkup wilayah penjualan.

8. Harga Supplies
Biasanya franchise mewajibkan peserta untuk membeli supply dan product dari mereka. Perlu Anda teliti, apakah harganya bersaing atau lebih mahal? karena dengan menjual produk yang lebih mahal dari harga pasaran, akan cukup menyulitkan.

9. Contract Term tentang kepemilikan
Hal-hal yang berhubungan dengan hak kepemilikan seperti:
  • Dapatkah mengover contract pada orang lain?
  • Merubah franchise Anda menjadi independent store?
  • Cara perpanjangan contract

10. Criteria dari franchise, apakah mereka melakukan screening untuk calon franchisee, atau mereka hanya tertarik pada franchise fee saja.

11. Daya serap pasar, seberapa besar pasar yang mampu menyerap product franchise tersebut.

Biaya pada Unit Trust

Banyak diantara kita menggunakan strategi berinvestasi di unit trust untuk memanage kesejahteraan kita dimasa depan. Banyak diantara kita mengerti biaya dari

berinvestasi di unit trust, juga potensi dan resikonya. Artikel ini akan menampilkan cost-cost yang mungkin muncul saat berinvestasi di unit trust.

Sales Chare / Service Fee / Front-End Load
Apapun istilahnya, ini adalah biaya dimana Anda harus membayar saat berinvestasi di unit trusts. Biasanya, Sales Charge adalah perbedaan antara Buying dan Selling prices dan ditampilkan dalam bentuk persentase dari Net Asset Value (NAV).

Pada umumnya, besar rata-rata biaya ini sebesar 5%. Untuk Bond, fixed income dan money market, biasanya lebih kecil, atau bahkan tidak menarik biaya, atau biasanya hanya mengenakan Exit fee saja.

Back End Loads / Exit Fees / Repurchase Charge
Istilah diatas ini adalah biaya yang Anda keluarkan saat Anda mencairkan unit. Pada kasus ini buying price lebih rendah dari NAV. Back End Loads, biasanya dilakukan bila Anda mencairkan unit sebelum masanya. Dan biasanya, besarnya akan berbanding terbalik dengan lamanya Anda menyimpan unit Anda tersebut.

Management Fees
Perusahaan Investasi mendapatkan penghasilan dengan menarik management fee. Biata ini dipresentasikan dalam bentuk persentase. Management fee untuk unit equity biasanya lebih besar dibandingkan dengan bentuk unit trust lainnya. Dan distributor pun biasanya mendapatkan keuntungan dari management fee ini.

Namun, management fee untuk passive income fund biasanya lebih rendah.

Trustee Fees
Trustees adalah pihak ketiga yang berfungsi sebagai custodian, yang menjamin keamanan investasi para investor. Untuk itu ada biaya Trustee Fees, dimana dibayarkan per hari. Untuk Equity Fund, biasanya di bayar 0.08% - 0.2% per tahun.

Switching Fees
Fee yang terjadi saat Anda merelokasi investasi Anda. Jika perusahaan investasi memberikan 'free' switches. Maka Anda dapat merelokasi investasi tanpa dikenai biaya.

Namun, biasanya, Anda tetap dikenai sales charges atau front-end fees. Contoh, Anda akan dikenakan biaya bila melakukan switch dari no-load bond ke equity fund dengan sales charges sebesar 5%. Yang perlu diperhatikan, apakah Anda hanya di charge selisihnya, atau Anda harus membayar keseluruhan.

Perlu diperhatikan juga, Free Switching Fees pun Ada batasanya. Anda tidak dapat terus-terusan berpindah jenis investasi dengan gratis.

Management Expense Ratio (MER)
MER menunjukan biaya yang diperlukan dalam memanage dana tersebut. Semua biaya yang timbul, termasuk didalamnya Annual Management Fees, trustee fee, audit fees, commissions untuk broker, biaya cetak. MER in perlu diperhatikan, karena setelah Anda membayar up-front fee, biaya berikutnya adalah MER ini.

MER bervariasi untuk tiap perusahaan ataupun untuk tiap jenis investasi.

Tuesday, 8 June 2010

Membuat anggaran untuk masa depan

Walaupun menabung nampak sudah kuno, tapi tabungan salah satu dana yang mudah cair disaat emergency. Dengan membuat mencatat pengeluaran bulanan dalam budget, kita dapat memilah uang cash untuk menabung.

Memulai Budgeting
Untuk melakukan budgeting, cukup mudah sebenarnya. Anda dapat menggunakan software yang ada seperti Microsoft Money atau Quicken atau cukup menggunakan ballpoint dan kertas.

Elemen pertama yang perlu dicatat adalah penghasilan Anda, baik itu gaji, atau komisi, atau pendapatan tambahan lainnya seperti dari saham, reksa dana dan lainnya. Dengan mengetahui pendapatan bulanan, kita dapat mengatur pengeluaran agar tidak melebihi pendapatan, ini salah satu cara untuk terhindar dari hutang.

Selanjutnya adalah catat semua pengeluaran, seperti tagihan listrik, air, biaya bulanan belanja rumah, atau mungkin hal-hal yang tampak kecil seperti satu cup kopi panas dari mesin nescafe. Tidak ada pengeluaran yang terlalu kecil untuk dicatat. Jadi, catat semua pengeluaran Anda.

Untuk memudahkan, Anda dapat kategorikan pengeluaran menjadi 3 macam
  1. Pengeluran tetap (asuransi, tabungan)
  2. Pengeluaran lainnya (biaya listrik, telpon, air, belanja bulanan)
  3. Pngeluaran berdasarkan keinginan (rekreasi, makan di restoran)

Pengeluaran kecil = Menabung lebih banyak
Setelah mencatat pengeluaran, saatnya untuk menganalisa. Kita mulai memilah mana hal yang perlu dan penting, atau hanya sekedar keinginan. Contohnya, daripada nonton bioskop, anda dapat menyewa 2 buah DVD. Atau mengurangi gaya hidup clubbing atau nongkrong di cafe. Atau hal-hal lainnya.

Mulai dari pengeluaran keinginan, pangkas pengeluaran tidak perlu, lalu lanjutkan ke pnegeluran lainnya, hemat hal yang bisa dihemat.

Tujauannya menabung lebih
Setelah kita meminimalisir pengeluaran kita, kita dapat lebih fokus untuk menabung, menyimpan uang untuk kebutuhan pendidikan anak kita, atau hal-hal insidental lainnya yang memerlukan biaya. Selain itu uang lebih dapat kita lipatkan dengan cara memilih investasi yang cenderung aman seperti reksa dana pendapatan tetap.

Coba juga Anda menetapkan target menabung tiap bulannya. Apakah itu 5% atau 10% dari gaji. Dan jangan lupa, selalu review budgeting Anda.

Selamat mencoba.

Thursday, 27 May 2010

Bull market

Bull market berhubungan dengan meningkatnya kepercayaan investor yang diikuti dengan meningkatnya investasi dengan harapan adanya kenaikan harga. Trend Bullish di pasar saham sering diawali sebelum tanda-tanda pemulihan ekonomi secara general nampak.

Sunday, 23 May 2010

Bear market

Bear market adalah market yang menurun pada periode waktu tertentu. Transisi ini terjadi dari optimisme tinggi para investor yang berubah menjadi rasa takut dan pesimis.

Menurut Vanguard Group: "Karena tidak definisi yang disetujui mengenai bear market, tolok ukur umum adalah dimana harga menurun hingga 20% atau lebih selama paling sedikit 2 bulan

Candle Stick - Simple Patterns

Ada beberapa bentuk dari pola candlestick chart, berikut penjelasan singkatnya:


  1. White candlestick: Sinyal pergerakan uptrend (semakin panjaung bagian body, semakin signifikan kenaikan harga).
  2. Black candlestick: Sinyal gerakan downtrend (semakin panjang bagian body, penurunan harga semakin signifikan).
  3. Long lower shadow: Sinyal Bullish (sumbu bawah minimal sama besar dengan ukuran body; makin panjang sumbunya, sinyal tersebut lebih dapat percaya).
  4. Long upper shadow: Sinyal Bearish (sumbu atas minimal sama besar dengan ukuran body; makin panjang sumbunya, sinyal tersebut lebih dapat percaya).
  5. Hammer:  Pola bullish saat downtrend (sumbu bawah yang panjang dengan ukuran body kecil atau tanpa body); Shaven head – pola bullish saat downtrend & pola bearish saat uptrend (Tidak ada sumbu atas); Hanging man – pola bearish pattern saat uptrend (sumbu bawah yang panjang , ukuran body yang kecil atau sama sekali tidak memiliki; panjang sumbu bisa berkali lipat ukuran body.
  6. Inverted hammer: Sinyal bottom reversal, diperlukan konfirmasi dari perdagangan berikutnya (baik itu body warna hitam atau putih); Shaven bottom – sinyal bottom reversal, diperlukan konfirmasi dari perdagangan berikutnya (tidak terdapat sumbu bawah); Shooting star – pola bearish pattern saat uptrend (body yang kecil , sumbu atas yang panjang, sumbu bawah kecil atau tidak ada sama sekali).
  7. Spinning top white: Pola netral, perlu melihat candlestick lainnya untuk analisa lebih lanjut.
  8. Spinning top black: Pola netral, perlu melihat candlestick lainnya untuk analisa lebih lanjut.
  9. Doji: Pola netral, perlu melihat candlestick lainnya untuk analisa lebih lanjut.
  10. Long legged doji: Signals a top reversal.
  11. Dragonfly doji: Signals trend reversal (tidak ada sumbu atas, sumbu bawah panjang).
  12. Gravestone doji: Signals trend reversal (sumbu atas yang panjang, tidak ada sumbu bawah).
  13. Marubozu white: Perdagangan didominasi bullish, trend bullish (tidak terdapat sumbu).
  14. Marubozu black: Perdagangan didominasi bearish, trend bearish (tidak terdapat sumbu).

Bacaan Terkait:
    source: wikipedia

      Candle Stick Chart

      Pengenalan Candle Stick
      Candle Stick adalah sebuah Bar-chart yang digunakan terutama untuk menggambarkan pergerakan harga dari sebuah security, derivatif, atau mata uang dari waktu ke waktu.

      Merupakan kombinasi dari grafik-line dan bar-chart, setiap batang mewakili rentang pergerakan harga selama suatu interval waktu tertentu. Candle Stick sangat umum digunakan dalam teknikal analisis untuk ekuitas dan mata uang.

      Candle Stick Basic
      Candle stick terdiri dari body (berwarna hitam atau putih), sumbu atas dan sumbu. Area antara open dan close disebut real body, simpangan harga di atas dan bawah disebut shadows. Shadow (sumbu) menggambarkan harga perdagangan tertinggi dan terendah sekuritas. Body menggambarkan pembukaan dan penutupan perdagangan. Jika sekuritas ditutup lebih tinggi dari pembukaan, body putih atau terisi, dengan harga pembukaan di bagian bawah body dan harga penutupan di atas. Jika sekuritas ditutup lebih rendah daripada pembukaan, body berwarna hitam, dengan harga pembukaan di atas dan harga penutupan di bagian bawah. Sebuah candle stick tidak selalu harus memiliki sebuah body atau shadow (sumbu).

      Untuk memudahkan dalam membaca chart, candle stick sering kali disajikan dengan warna merah (untuk penutupan lebih rendah) dan biru atau hijau (untuk penutupan lebih tinggi).

      Bacaan Terkait
      Candlestick - Pola sederhana
      source: wikipedia

      Indeks Harga Saham

      Indeks harga saham adalah suatu indikator yang menunjukkan pergerakan harga saham. Indeks berfungsi sebagai indikator trend pasar, artinya pergerakan indeks menggambarkan kondisi pasar pada suatu saat, apakah pasar sedang aktif atau lesu.

      Dengan adanya indeks, kita dapat mengetahui trend pergerakan harga saham saat ini.

      Di Bursa Efek Indonesia terdapat berbagai jenis indeks, antara lain:
      Indeks Individual, menggunakan indeks harga masing-masing saham terhadap harga dasarnya, atau indeks masing-masing saham yang tercatat di BEI.
      • Indeks Harga Saham Sektoral, menggunakan semua saham yang termasuk dalam masing-masing sektor, misalnya sektor keuangan, pertambangan, dan lain-lain. Di BEI indeks sektoral terbagi atas sembilan sektor yaitu: pertanian, pertambangan, industri dasar, aneka industri, konsumsi, properti, infrastruktur, keuangan, perdagangan dan jasa, dan manufaktur.Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG (composite stock price index), menggunakan semua saham yang tercatat sebagai komponen penghitungan indeks.
      • Indeks LQ 45, yaitu indeks yang terdiri 45 saham pilihan dengan mengacu kepada 2 variabel yaitu likuiditas perdagangan dan kapitalisasi pasar. Setiap 6 bulan terdapat saham-saham baru yang masuk kedalam LQ 45 tersebut.
      • Indeks Syariah atau JII (Jakarta Islamic Index). JII merupakan indeks yang terdiri 30 saham mengakomodasi syariat investasi dalam Islam atau Indeks yang berdasarkan syariah Islam. Dengan kata lain, dalam Indeks ini dimasukkan saham-saham yang memenuhi kriteria investasi dalam syariat Islam. Saham-saham yang masuk dalam Indeks Syariah adalah emiten yang kegiatan usahanya tidak bertentangan dengan syariah seperti:
      • Usaha perjudian dan permainan yang tergolong judi atau perdagangan yang dilarang.
      • Usaha lembaga keuangan konvensional (ribawi) termasuk perbankan dan asuransi konvensional.
      • Usaha yang memproduksi, mendistribusi serta memperdagangkan makanan dan minuman yang tergolong haram
      • Usaha yang memproduksi, mendistribusi dan/atau menyediakan barang-barang ataupun jasa yang merusak moral dan bersifat mudarat.
      • Indeks Papan Utama dan Papan Pengembangan. Yaitu indeks harga saham yang secara khusus didasarkan pada kelompok saham yang tercatat di BEI yaitu kelompok Papan Utama dan Papan Pengembangan.
      • Indeks Kompas 100, merupakan suatu indeks saham dari 100 saham perusahaan publik yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Indeks ini merupakan bentuk kerjasama antara BEI dengan media cetak dalam hal ini kompas, dan diterbitkan pada tanggal 10 Agustus 2007. Seratus saham yang terpilih adalah saham yang memiliki tingkat likuiditas yang tinggi, nilai kapitalisasi pasar yang besar, memiliki fundamental serta kinerja yang baik.
      source: ipotindonesia.com

        Friday, 21 May 2010

        Channel

        Jika teori Trend Line kita kembangkan selangkah lebih lanjut dengan menggambarkan sebuah garis paralel dengan sudut yang sama, baik itu untuk trend naik atau trend turun, maka kita akan membuat sebuah channel.

        Untuk membuat channel uptrend, gambarkan sebuah garis yang paralel dengan sudut yang sama dengan garis uptrend , pindahkan garis tersebut hingga menyentuh puncak (peak) dari uptrend line.

        untuk membuat channel downtrend, sama seperti membuat channel uptrend, bedanya pindahkan garis ke valley.



        Saat harga menyentuh dibawah trend line, ini menandakan pasar memasuki area Buy ketika harga menyentuh diatas trend line, ini menandakan pasar sedang bergerak di area Sell.

        Wednesday, 19 May 2010

        Trend Lines

        Trend Lines mungkin bentuk teknikal analisis yang paling umum, dan mungkin salah satu tool kurang digunakan dengan cermat.

        Jika digambarkan dengan benar, Trend Lines dapat seakurat metode lainnya. Sayangnya, kebanyakan pedagang tidak menarik Trend Lines dengan benar atau mereka mencoba untuk membuat garis sesuai pasar, bukan memperkirakan future trend.



        Dalam bentuk yang paling dasar, sebuah garis uptrend ditarik sepanjang dasar daerah Support (valleys). Untuk downtrend, Trend Lines ditarik sepanjang bagian atas area Resitance (peaks).

        Support dan Resitance - Basic

        Support dan Resitance adalah salah satu konsep yang paling banyak digunakan dalam perdagangan. Anehnya, semua orang tampaknya gagasan mereka sendiri tentang bagaimana Anda harus mengukur Support dan Resitance.


        Lihat diagram di atas. Seperti yang Anda lihat, pola zigzag sedang menuju ke atas (bull market). Ketika pasar bergerak naik dan kemudian bergerak turun, titik tertinggi dicapai sebelum turun adalah Resistance.

        Saat pasar bergerak naik lagi, titik terendah yang dicapai sebelum pasar bergerak naik adalah Support. Support dan Resistance terus bergerak berubah mengikuti pergerakan pasar.

        Reksa Dana

        Reksa Dana adalah sebuah alternatif investasi, terutama untuk investor kecil dan mereka yang memiliki sedikit waktu dan keahlian untuk menghitung risiko investasi mereka. Reksa Dana dirancang sebagai alat untuk mengumpulkan dana dari masyarakat yang memiliki modal, yang berminat berinvestasi, tetapi memiliki keterbatasan dalam waktu dan pengetahuan.

        Umumnya, Reksa Dana didefinisikan dengan tujuan untuk menghimpun dana dari masyarakat yang akan diinvestasikan dalam portofolio oleh manajer investasi. Definisi ini juga ditulis di bagian Undang-undang Pasar Modal No.8/1995 1 ayat (27) tentang Reksa Dana. Ada tiga poin ditampilkan pada pernyataan ini. Pertama, Reksa Dana mengumpulkan dana dari masyarakat. Kedua, dana tersebut kemudian diinvestasikan dalam portofolio efek. Ketiga, dana dikelola oleh manajer Investasi.

        Oleh karena itu, dana tersebut dimasukkan ke dalam Reksa Dana merupakan dana bersama investor, dan Manajer Investasi adalah orang yang dipercaya untuk mengelola dana tersebut.

        Keuntungan investasi di reksa dana:
        Pertama, investor dengan anggaran yang lebih kecil dapat melakukan diversifikasi investasi dalam efek mereka untuk meminimalkan risiko. Sebagai contoh, seorang investor dengan dana terbatas dapat memiliki portfolio obligasi, yang tidak mungkin dilakukan jika dia tidak memiliki anggaran yang besar. Dengan Reksa Dana, dana dapat dikumpulkan dalam jumlah besar untuk memudahkan diversifikasi baik untuk instrumen pasar modal dan pasar uang, artinya dana yang diinvestasikan dalam berbagai jenis instrumen seperti deposito, saham, dan obligasi.

        Kedua, Reksa Dana membantu investor untuk berinvestasi di pasar modal lebih mudah. Menentukan saham mana yang baik untuk membeli tidak mudah. Perlu pengetahuan khusus dan pengalaman, dimana beberapa investor tidak memiliki.

        Ketiga, efisiensi waktu. Karena dana yang diinvestasikan dalam Reksa Dana dikelola oleh manajer investasi profesional, investor tidak perlu memonitor kinerja investasi mereka sepanjang waktu.

        Seperti investasi lainnya, selain memberikan investor kesempatan keuntungan, Reksa Dana memiliki kemungkinan risiko. Seperti:
        • Risiko penurunan nilai unit penyertaan: Risiko ini dipengaruhi oleh penurunan harga efek (saham, obligasi, dan surat berharga lainnya) yang termasuk dalam portofolio Reksa Dana.
        • Risiko likuiditas: Risiko ini terkait dengan kesulitan yang dihadapi oleh manajer investasi jika sebagian besar pemegang unit dijual kembali (redemption) unit mereka. manajer Reksa Dana akan menemukan kesulitan dalam menyediakan uang tunai untuk pembelian kembali ini.
        • Default risiko: Risiko ini merupakan risiko terburuk, yang dapat muncul ketika perusahaan asuransi yang mengasuransikan kekayaan Reksa Dana yang tidak membayar ganti rugi atau membayar lebih rendah dari nilai loading ketika kejadian yang tidak diinginkan terjadi, seperti unability untuk memenuhi kewajiban pihak terkait dengan Reksa Dana, pialang, bank kustodian, agen pembayaran, atau kejadian bencana yang menyebabkan penurunan Nilai Aktiva Bersih Reksa Dana.

        Dari portofolio investasi, reksa dana dapat dikategorikan sebagai berikut:

        1. Dana Pasar Uang. Reksa Dana ini hanya melakukan investasi pada efek hutang yang jatuh tempo kurang dari satu tahun. Sasarannya adalah untuk menjaga likuiditas dan memelihara modal.
        2. Dana Pendapatan Tetap. Reksa Dana ini melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% dari aktivanya dalam efek hutang. Reksadana ini memiliki resiko yang relatif lebih tinggi daripada dana pasar uang. Tujuannya adalah untuk menghasilkan kembali astabil.
        3. Ekuitas Dana. Reksa Dana yang menginvestasikan sekurang-kurangnya 80% dari aktivanya dalam ekuitas. Karena berinvestasi di saham, memiliki risiko lebih tinggi dari dua jenis Reksa Dana sebelumnya. Namun, memberikan pengembalian lebih tinggi.

        Tuesday, 18 May 2010

        Obligasi (Bond) - Sebuah penjelasan singkat

        Bond atau obligasi adalah suatu instrumen di mana penerbit(peminjam) berjanji untuk melunasi pinjaman kepada pemberi pinjaman / investor sesuai jumlah pinjaman (pokok) ditambah bunga (kupon) dalam periode yang telah ditentukan. Penerbit dapat berupa badan usaha atau pemerintah. Bunga biasanya dibayarkan pada interval yang ditentukan, seperti semi-tahunan atau kuartalan. Ketika obligasi jatuh tempo, investor menerima seluruh jumlah investasi, atau pokok plus kupon. Setelah dikeluarkan, obligasi dapat diperdagangkan (seperti produk sekuritas lainnya) sebelum jatuh tempo tanpa membayar denda.

        Jenis Obligasi yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia:
        Corporate Bonds: diterbitkan oleh perusahaan BUMN atau perusahaan swasta.
        Obligasi Pemerintah: diterbitkan oleh pemerintah pusat.
        Municipal Bond: diterbitkan oleh provinsi / pemerintah kabupaten untuk pembiayaan proyek publik utilitas.
        Ritel Obligasi: Obligasi diperdagangkan dalam bursa (seperti saham) dengan nilai nominal yang relatif kecil.
        Obligasi Syariah: Obligasi yang memiliki potensi hasil mengacu pada bagi hasil dari penerbit obligasi. Dalam jangka waktu rendemen, ada dua jenis perhitungan, sebagai berikut:
        • Obligasi Syariah Mudharabah adalah obligasi syariah dengan basis kontrak bagi hasil awal sehingga investor dapat menerima pendapatan setelah mengetahui pendapatan dari penerbit obligasi.
        • Syariah Ijarah Bond adalah obligasi syariah menggunakan kontrak seperti leasing. Sehingga biaya ijarah's (seperti kupon) memiliki suku bunga tetap dapat diketahui dan dihitung saat obligasi diterbitkan.
        Jenis kupon
        • Obligasi Zero Coupon: Obligasi yang tidak memiliki kupon saat jatuh tempo, penerbit akan membayar pokok pada tanggal jatuh tempo.
        • Kupon Obligasi: Obligasi yang memiliki kupon yang dapat dicairkan menjadi uang tunai pada periode waktu tertentu sesuai dengan ketentuan penerbit.
        • Obligasi Fixed Kupon: Obligasi yang memiliki kupon dengan nilai tetap dari saat awal dikeluarkan sampai dengan jatuh tempo. Fix kupon obligasi akan dibayarkan pada periode waktu tertentu.
        • Floating Kupon Obligasi: Obligasi dengan nilai kupon disesuaikan dengan tingkat bunga referensi di pasar, seperti tingkat bunga rata-rata deposito (ATD) di bank pemerintah terbesar atau bank swasta.
        • Campuran: Obligasi dengan nilai kupon tetap untuk jangka waktu tertentu (misalnya 1-3 tahun), setelah periode tersebut, nilai kupon akan mengikuti kurs pasar.

        Karakteristik Obligasi
        • Nilai Nominal (Face Value) obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan, baik itu perusahaan pemerintah atau perusahaan swasta.
        • Kupon (the Interest Rate) adalah nilai bunga yang diterima oleh pemegang obligasi (biasanya setiap 3 atau 6 bulan). kupon Obligasi dinyatakan dalam annual prosentase.
        • Jangka waktu adalah tanggal dimana pemegang obligasi akan menerima pembayaran obligasi. Tanggal jatuh tempo obligasi bervariasi dari 365 hari sampai lebih dari 5 tahun. Obligasi yang akan jatuh tempo memiliki resiko yang lebih rendah dari obligasi yang jauh dari jatuh tempo. Karena obligasi yang dekat dengan jatuh tempo lebih mudah diprediksi. Secara umum semakin lama tanggal jatuh tempo suatu obligasi, nilai bunga/kupon yang lebih tinggi.
        • Perusahaan Penerbit, mengetahui penerbit obligasi merupakan faktor penting dalam berinvestasi di insturumen obligasi. Untuk mengukur risiko default (kemungkinan bahwa penerbit gagal melakukan pembayaran kupon atau pokok pada waktu yang telah ditentukan), investor harus memperhatikan peringkat obligasi yang diterbitkan oleh lembaga pemeringkat seperti PEFINDO atau Kasnic Indonesia.

        Harga Obligasi:

        Berbeda dengan harga saham yang dinyatakan dalam satuan mata uang (nilai rupiah), harga obligasi dinyatakan dalam persentase (%), yaitu persentase dari nilai nominal. Ada 3 (tiga) kemungkinan harga pasar dari obligasi yang ditawarkan pasar:
        • Harga Nilai Nominal Obligasi sama dengan nilai nominal. Contoh: Obligasi dengan nilai nominal Rp 50 juta dijual pada harga 100%, maka nilai obligasi tersebut adalah 100% x Rp 50 juta = Rp 50 juta.
        • Pada harga Premium Obligasi lebih besar dari nilai nominal. Contoh: Obligasi dengan nilai nominal Rp 50 juta dijual dengan harga 102%, maka nilai obligasi adalah 102% x Rp 50 juta = Rp 51 juta
        • Pada harga diskon Obligasi lebih kecil dari nilai nominal. Contoh: Obligasi dengan nilai nominal Rp 50 juta dijual dengan harga 98%, maka nilai obligasi adalah 98% x Rp 50 juta = Rp 49 juta

        Obligasi Yield:

        Laba atas investasi obligasi akan dinyatakan sebagai hasil yang adalah sumber pendapatan bagi investor yang mengalokasikan uang mereka untuk membeli obligasi ritel / obligasi korporasi / obligasi pemerintah. Salah satu hal penting yang harus dipertimbangkan sebelum mereka memutuskan untuk berinvestasi pada obligasi adalah jumlah yield obligasi sebagai alat ukur untuk mengetahui tingkat pengembalian tahunan.

        Ada dua istilah dalam perhitungan yield, current yield dan yield to maturity.

        Currrent Yield yang dihitung berdasarkan jumlah kupon yang diterima selama satu tahun untuk harga obligasi.

        Current yield = (Coupon/Price) x 100%
        Contoh:
        Penerbit "PT. XYZ ", memberikan tingkat kupon 17% p.a. untuk pemegang obligasi mereka sementara obligasi diperdagangkan di 98% dengan menghasilkan nilai nominal Rp 1.000.000.000, maka saat ini sebagai berikut:

        Current Yield = (Rp 170.000.000/Rp 980.000.000) atau Current Yield = (17% /98%) x 100% = 17.34%

        Ekuitas - Sebuah penjelasan singkat

        Saham adalah salah satu efek yang paling populer yang tersedia. Jika sebuah perusahaan ingin meningkatkan modal, salah satu pilihan adalah untuk mengeluarkan saham. Bursa juga menawarkan tingkat pengembalian yang menarik bagi investor. Itulah sebabnya kebanyakan investor memilih saham untuk investasi mereka.

        Saham dapat didefinisikan sebagai tanda kepemilikan individu atau institusi dalam perusahaan. Orang atau lembaga yang memiliki saham dapat klaim atas laba perusahaan, aset, dan hak untuk menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham.

        Pada dasarnya, ada dua manfaat bagi investor saham:

        1. Dividen
        Dividen adalah produktif yang diberikan kepada pemegang saham perusahaan dari laba perusahaan. Jumlah dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham diputuskan dalam Perseroan Rapat Umum Tahunan. Untuk menerima dividen, pembeli saham harus memiliki saham tersebut untuk jangka waktu yang relatif lama sampai melewati tanggal ex-dividen, di mana dia akan diakui sebagai pemegang saham yang berhak untuk memperoleh dividen.

        2. Capital Gain
        Keuntungan Modal adalah berbeda positif antara harga beli dan harga jual saham. Capital gain terbentuk melalui kegiatan perdagangan saham di pasar sekunder. Sebagai contoh, seorang investor membeli saham ABC sebesar Rp 3.000 per saham dan kemudian menjualnya seharga Rp 3.500 per saham. Ini berarti investor menerima capital gain sebesar Rp 500 untuk setiap menjual saham.

        Namun, instrumen lain seperti investasi, saham memiliki risiko sendiri:

        1. Modal Rugi
        Ini adalah kebalikan dari Capital Gain. Ini adalah suatu kondisi ketika saham tersebut dijual dengan harga yang lebih rendah dari harga beli aslinya. Sebagai contoh, seorang investor membeli saham PT XYZ sebesar Rp 2.000 per saham, tapi setelah harga saham jatuh ke level Rp 1.400 per saham. Karena takut harganya semakin turun, investor menjual saham sebesar Rp 1.400 per saham. Investor tetap memiliki kerugian modal sebesar Rp 600 per saham.

        2. Risiko Likuiditas
        Sebuah Perusahaan yang sahamnya dimiliki oleh publik, yang dinyatakan pailit oleh Pengadilan atau sedang diberhentikan. Dalam hal ini, klaim hak-hak pemegang saham akan mendapatkan prioritas terakhir setelah seluruh kewajiban perusahaan telah diselesaikan (melalui aset perusahaan penjualan itu). Sisa kekayaan perusahaan, jika ada, akan didistribusikan secara proporsional kepada para pemegang saham. Namun, jika tidak ada sisa, para pemegang saham tidak akan menerima apa-apa. Ini adalah kondisi terburuk pemegang saham mungkin melewati. Dengan demikian, pemegang saham perlu untuk memantau setiap perkembangan yang terjadi di perusahaan.

        Di pasar sekunder atau perdagangan saham harian, harga saham berfluktuasi. Harga saham dibentuk oleh permintaan dan penawaran saham, sedangkan penawaran dan permintaan suatu saham dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti perusahaan dan kinerja industri, faktor-faktor makro (suku bunga, inflasi, tingkat mata uang), non -faktor ekonomi (kondisi sosial dan politik), dan seterusnya.