Jenis Obligasi yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia:
Corporate Bonds: diterbitkan oleh perusahaan BUMN atau perusahaan swasta.
Obligasi Pemerintah: diterbitkan oleh pemerintah pusat.
Municipal Bond: diterbitkan oleh provinsi / pemerintah kabupaten untuk pembiayaan proyek publik utilitas.
Ritel Obligasi: Obligasi diperdagangkan dalam bursa (seperti saham) dengan nilai nominal yang relatif kecil.
Obligasi Syariah: Obligasi yang memiliki potensi hasil mengacu pada bagi hasil dari penerbit obligasi. Dalam jangka waktu rendemen, ada dua jenis perhitungan, sebagai berikut:
- Obligasi Syariah Mudharabah adalah obligasi syariah dengan basis kontrak bagi hasil awal sehingga investor dapat menerima pendapatan setelah mengetahui pendapatan dari penerbit obligasi.
- Syariah Ijarah Bond adalah obligasi syariah menggunakan kontrak seperti leasing. Sehingga biaya ijarah's (seperti kupon) memiliki suku bunga tetap dapat diketahui dan dihitung saat obligasi diterbitkan.
- Obligasi Zero Coupon: Obligasi yang tidak memiliki kupon saat jatuh tempo, penerbit akan membayar pokok pada tanggal jatuh tempo.
- Kupon Obligasi: Obligasi yang memiliki kupon yang dapat dicairkan menjadi uang tunai pada periode waktu tertentu sesuai dengan ketentuan penerbit.
- Obligasi Fixed Kupon: Obligasi yang memiliki kupon dengan nilai tetap dari saat awal dikeluarkan sampai dengan jatuh tempo. Fix kupon obligasi akan dibayarkan pada periode waktu tertentu.
- Floating Kupon Obligasi: Obligasi dengan nilai kupon disesuaikan dengan tingkat bunga referensi di pasar, seperti tingkat bunga rata-rata deposito (ATD) di bank pemerintah terbesar atau bank swasta.
- Campuran: Obligasi dengan nilai kupon tetap untuk jangka waktu tertentu (misalnya 1-3 tahun), setelah periode tersebut, nilai kupon akan mengikuti kurs pasar.
Karakteristik Obligasi
- Nilai Nominal (Face Value) obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan, baik itu perusahaan pemerintah atau perusahaan swasta.
- Kupon (the Interest Rate) adalah nilai bunga yang diterima oleh pemegang obligasi (biasanya setiap 3 atau 6 bulan). kupon Obligasi dinyatakan dalam annual prosentase.
- Jangka waktu adalah tanggal dimana pemegang obligasi akan menerima pembayaran obligasi. Tanggal jatuh tempo obligasi bervariasi dari 365 hari sampai lebih dari 5 tahun. Obligasi yang akan jatuh tempo memiliki resiko yang lebih rendah dari obligasi yang jauh dari jatuh tempo. Karena obligasi yang dekat dengan jatuh tempo lebih mudah diprediksi. Secara umum semakin lama tanggal jatuh tempo suatu obligasi, nilai bunga/kupon yang lebih tinggi.
- Perusahaan Penerbit, mengetahui penerbit obligasi merupakan faktor penting dalam berinvestasi di insturumen obligasi. Untuk mengukur risiko default (kemungkinan bahwa penerbit gagal melakukan pembayaran kupon atau pokok pada waktu yang telah ditentukan), investor harus memperhatikan peringkat obligasi yang diterbitkan oleh lembaga pemeringkat seperti PEFINDO atau Kasnic Indonesia.
Harga Obligasi:
Berbeda dengan harga saham yang dinyatakan dalam satuan mata uang (nilai rupiah), harga obligasi dinyatakan dalam persentase (%), yaitu persentase dari nilai nominal. Ada 3 (tiga) kemungkinan harga pasar dari obligasi yang ditawarkan pasar:
- Harga Nilai Nominal Obligasi sama dengan nilai nominal. Contoh: Obligasi dengan nilai nominal Rp 50 juta dijual pada harga 100%, maka nilai obligasi tersebut adalah 100% x Rp 50 juta = Rp 50 juta.
- Pada harga Premium Obligasi lebih besar dari nilai nominal. Contoh: Obligasi dengan nilai nominal Rp 50 juta dijual dengan harga 102%, maka nilai obligasi adalah 102% x Rp 50 juta = Rp 51 juta
- Pada harga diskon Obligasi lebih kecil dari nilai nominal. Contoh: Obligasi dengan nilai nominal Rp 50 juta dijual dengan harga 98%, maka nilai obligasi adalah 98% x Rp 50 juta = Rp 49 juta
Obligasi Yield:
Laba atas investasi obligasi akan dinyatakan sebagai hasil yang adalah sumber pendapatan bagi investor yang mengalokasikan uang mereka untuk membeli obligasi ritel / obligasi korporasi / obligasi pemerintah. Salah satu hal penting yang harus dipertimbangkan sebelum mereka memutuskan untuk berinvestasi pada obligasi adalah jumlah yield obligasi sebagai alat ukur untuk mengetahui tingkat pengembalian tahunan.
Ada dua istilah dalam perhitungan yield, current yield dan yield to maturity.
Currrent Yield yang dihitung berdasarkan jumlah kupon yang diterima selama satu tahun untuk harga obligasi.
Current yield = (Coupon/Price) x 100%Contoh:
Penerbit "PT. XYZ ", memberikan tingkat kupon 17% p.a. untuk pemegang obligasi mereka sementara obligasi diperdagangkan di 98% dengan menghasilkan nilai nominal Rp 1.000.000.000, maka saat ini sebagai berikut:
Current Yield = (Rp 170.000.000/Rp 980.000.000) atau Current Yield = (17% /98%) x 100% = 17.34%
No comments:
Post a Comment